Mata Kuliah Wajib | Semester Ganjil-Genap
| Kitab Suci dan Transformasi Hidup (TUW-513) – 3 sks |
| Prasyarat: – |
| Dalam kuliah ini akan dipelajari bagaimana memahami nilai universal dari Kitab Suci kristiani yang secara historis berkonteks partikular, apa dasar otoritasnya, hermeneutika macam apa yang sesungguhnya diperlukan. |
|
|
| Metodologi Teologi (TUW-523) – 3 sks |
| Prasyarat: – |
| Kuliah menyikap tegangan antara penggalian perspektif lokal dan otoritas Magisterium. Disini diperkenalkan berbagai paradigma Teologi beserta metode metodenya yang khas, dari yang klasik hingga yang kontemporer. Dengan ini dibukakan spektrum berbagai kemungkinan untuk berteologi sendiri. |
|
|
| Interioritas Kultur Kontemporer (TUW-533) – 3 sks |
| Prasyarat: – |
| Disposisi mental kultural jaman ini hendak dipahami lebih mendalam; kecenderungan kecenderungan apa saja sebenarnya yang bergerak dalam arus bawah kehidupan kontemporer; bagaimana itu bisa dilihat sebagai akses ataupun hambatan ke arah tingkat spiritualitas yang lebih tinggi. |
|
|
| Evangelisasi dan Pencarian Nilai (TUW-543) – 3 sks |
| Prasyarat: – |
| Materi kuliah ini adalah sekilas konsep evangelisasi dalam sejarah; pengertian baru evangelisasi sebagai pencarian nilai atau kejelian nilai melihat Kristus yang terkandung dalam tata nilai atau konteks lokal (Kristus dalam wajah lain): Evangelisasi sebagai kesaksian hidup. |
|
|
| Estetika Teologis (TUW-552) – 2 sks |
| Prasyarat: – |
| Setelah Sains dan Epistemologi modern yang postivistik tak lagi memadai untuk memahami problem makna, Estetika kini dianggap penting. Estetika di sini akan dilihat sebagai cara memahami dan memperdalam pengalaman religiusitas serta pemahaman yang lebih hidup tentang Allah. |
|
|
| Ortodoksi dan Masalah Sosial (TUW-562) – 2 sks |
| Prasyarat: – |
| Peserta diajak untuk memahami metode analisis sosial yang dihadapkan pada teologi sosial, mengembangkan metode sendiri, dan kemudian belajar menggunakan metode tersebut untuk menganalisis beberapa masalah sosial dihadapkan pada ajaran sosial Gereja. Materi Pokok: model model Teologi Sosial, Metode Analisis Sosial dalam kerangka refleksi teologis, Ajaran Sosial Gereja. |
|
|
| Teologi Teosentris (TUW-572) – 2 sks |
| Prasyarat: – |
| Dalam kuliah ini akan ditinjau kembali alur historis dari paradigma ekklesiosentris ke kristosentris menuju teosentris; bagaimana monoteisme dan konsep Tritunggal dipahami dan didudukkan dalam konteks pluralisme agama. |
|
|
| Teologi Pastoral (TUW-582) – 2 sks |
| Prasyarat: – |
| Peserta diajak untuk memahami Teologi Pastoral secara baru dalam sejarah perkembangan Teologi Praktis, menelusuri tantangan pastoral Gereja Asia, dan belajar mengembangkan serta menggunakan suatu metode Teologi Pastoral. Materi pokok: pemahaman Teologi Pastoral dalam sejarah perkembangan pemahaman mengenai Teologi Praktis, tantangan Gereja Asia, FABC dan Sinode Asia, Gereja Diaspora Romo Mangunwijaya, Pedoman Umat Katolik Keuskupan Bandung, Metode Teologi Pastoral. |
|
|
| Kerajaan Allah dan Paradigmanya (TUW-613) – 3 sks |
| Prasyarat: – |
| Kerajaan Allah itu universal; Keselamatan diperuntukkan bagi semua orang, bukan monopoli Gereja. Namun Gereja adalah paradigma Kerajaan Allah yang signifikan. Signifikasinya terletak justru dalam katolisitasnya. Katolisitas ini menjadi nyata dalam keterbukaannya untuk berdialog dengan sesama. |
|
|
| Model-model Kristologi Alternatif (TUW-623) – 3 sks |
| Prasyarat: – |
| Dalam kuliah ini dibahas beberapa model Kristologi alternatif, terutama untuk memahami Yesus Kristus dalam berbagai dimensinya, khususnya dari perspektif non Barat. |
|
|
| Teologi Spiritual: Intelegensi Spiritual (TUW-632) – 2 sks |
| Prasyarat: – |
| Akan diangkat sisi lain yang penting dari studi Teologi: bukan intellego ut credam, melainkan credo ut intellegam ; akan dilihat pendasaran teoretisnya, juga para tokohnya sepanjang sejarah sebagai jejak jejak yang memperlihatkan signififikani dan intelegensi spritual. |
|
|
| Paedagogi: Humanisasi & Divinisasi (TUW-642) – 2 sks |
| Prasyarat: – |
| Kuliah ini berisi tujuan historis filosofis tentang apa itu mendidik; apa artinya “memanusiakan manusia” atau lebih jauh lagi “menjadikan manusia sebagai citra Ilahi”. |
|
|
| Tesis (TUW 658) – 8 sks |
| Prasyarat: – |
| – |
Pages: 1 2
Program Pascasarjana Unpar